Industri pariwisata Indonesia kini memasuki era baru. Jika sebelumnya wisatawan hanya fokus mencari destinasi indah dan spot Instagramable, kini faktor keamanan dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama sebelum memilih tempat liburan. Melihat perubahan tren tersebut, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia atau Kemenpar mulai menyiapkan langkah besar dengan menjalankan Program Keselamatan Wisata 2026 di 38 provinsi seluruh Indonesia.
Program ini menjadi salah satu strategi penting pemerintah untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata nasional sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, menjelaskan bahwa sektor pariwisata saat ini mengalami perubahan paradigma yang cukup signifikan.
Menurutnya, wisatawan modern tidak lagi hanya mencari tempat wisata yang indah, tetapi juga menginginkan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkualitas selama perjalanan mereka. Faktor keselamatan kini menjadi bagian penting yang dapat memengaruhi keputusan wisatawan dalam memilih destinasi.
āIsu keselamatan kini menjadi faktor penting dalam daya saing pariwisata,ā ujar Martini dalam keterangannya di Jakarta.
Melalui skema Tugas Pembantuan, Kemenpar akan melaksanakan pelatihan peningkatan keselamatan wisata di seluruh provinsi di Indonesia. Program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, terutama dalam menghadapi risiko dan kondisi darurat di destinasi wisata.
Pelatihan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari mitigasi risiko, penanganan keadaan darurat, standar prosedur keselamatan wisatawan, hingga penguatan pemahaman terkait keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan. Langkah ini dinilai penting karena kualitas SDM menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan pengalaman wisata yang aman dan profesional.
Selain meningkatkan kualitas layanan wisata, program ini juga bertujuan membangun standar keselamatan yang lebih merata di seluruh destinasi Indonesia. Dengan adanya standar yang lebih jelas, wisatawan diharapkan dapat merasa lebih aman saat berkunjung ke berbagai daerah wisata, baik destinasi populer maupun wisata berkembang.
Kemenpar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program ini. Dinas pariwisata di setiap provinsi diharapkan menjadi penggerak utama untuk memastikan implementasi program berjalan optimal di lapangan.
Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat, Ika Kusuma Permana Sari, mengatakan kesiapan daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan program keselamatan wisata ini.
āKami ingin memastikan setiap daerah siap menjalankan program ini secara optimal sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan keamanan destinasi wisata,ā ujarnya.
Langkah Kemenpar ini juga dinilai relevan dengan tren global pariwisata pascapandemi. Banyak wisatawan kini lebih selektif dalam memilih tempat wisata dan cenderung memprioritaskan destinasi yang memiliki sistem keamanan, pelayanan, dan penanganan darurat yang baik.
Tidak hanya bagi wisatawan, program keselamatan wisata juga membawa dampak positif bagi pelaku industri pariwisata. Destinasi yang memiliki standar keamanan baik umumnya lebih dipercaya wisatawan, memiliki citra positif, dan berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan secara jangka panjang.
Dengan pelaksanaan Program Keselamatan Wisata 2026, pemerintah berharap pariwisata Indonesia tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan budayanya, tetapi juga karena kualitas layanan dan sistem keamanan yang semakin profesional. Di tengah persaingan industri wisata global yang semakin ketat, keamanan kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian penting dari pengalaman wisata itu sendiri.