Sobat Growin, jika selama ini Aceh dikenal lewat sejarah dan keindahan alamnya, kini satu hal lain mulai mencuri perhatian wisatawan: kulinernya. Lewat gelaran Aceh Culinary Festival 2026, provinsi di ujung barat Indonesia ini berhasil menunjukkan bahwa rasa juga bisa menjadi daya tarik wisata yang kuat.
Digelar pada 8ā12 April 2026, festival ini bukan sekadar ajang makan-makan biasa. Tahun ini, Aceh Culinary Festival bahkan berhasil menembus jajaran Top 10 dalam Karisma Event Nusantara sebuah pencapaian yang menandakan meningkatnya daya tarik kuliner Aceh di tingkat nasional.
Mengusung tema āCelebrating The Authenticity of Acehās Living Culinary Heritageā, festival ini membawa misi besar: memperkenalkan kekayaan rasa Aceh sebagai bagian dari identitas budaya yang hidup dan terus berkembang. Tidak hanya soal makanan, tetapi juga tentang cerita, tradisi, dan kehangatan masyarakatnya.
Bagi Sobat Growin yang penasaran, ada beberapa kuliner khas Aceh yang jadi sorotan dan wajib dicoba jika berkunjung ke festival ini.
Rujak Khas Aceh
Salah satu yang paling menyegarkan adalah rujak khas Aceh. Berbeda dari rujak pada umumnya, sajian ini memadukan buah-buahan tropis seperti mangga, jambu, nanas, dan pepaya dengan bumbu kacang kental yang memiliki rasa asam, manis, dan pedas sekaligus. Perpaduan rasa ini menciptakan sensasi unik yang langsung membangunkan selera, terutama saat disantap di tengah cuaca panas khas pesisir.
Bulukat Teutet
Beralih ke hidangan manis, Bulukat Teutet menjadi primadona lain yang tak kalah menarik. Makanan berbahan dasar ketan ini disajikan dengan kuah santan gurih, gula merah cair, dan kelapa parut. Teksturnya yang lembut berpadu dengan rasa manis legit membuatnya cocok sebagai penutup yang memanjakan lidah.
Le Boh Timun
Tak hanya itu, ada juga Le Boh Timun hidangan berkuah yang menawarkan kesegaran alami. Dengan bahan utama timun Aceh, udang atau ikan, serta rempah sederhana, sajian ini memberikan sensasi ringan namun tetap gurih. Cocok disantap sebagai pelengkap makan siang, terutama bagi yang ingin menikmati rasa yang tidak terlalu berat.
Lauk Tumeh
Bagi pecinta makanan berbumbu kuat, Lauk Tumeh menjadi pilihan yang tepat. Hidangan ini menggunakan ikan atau daging yang dimasak dengan rempah khas seperti serai, kunyit, dan daun kari. Rasanya gurih, aromatik, dan sedikit pedas, mencerminkan karakter kuat dari masakan Aceh itu sendiri.
Kue Marke
Sementara untuk camilan, Kue Marke atau akar kelapa menjadi favorit banyak pengunjung. Bentuknya unik menyerupai akar, dengan tekstur renyah dan rasa gurih manis. Cocok dinikmati bersama kopi atau teh, sekaligus dijadikan oleh-oleh khas Aceh.
Menariknya, festival ini tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga mulai dilirik wisatawan mancanegara. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner Aceh memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah global.
Lebih dari sekadar event tahunan, Aceh Culinary Festival kini menjadi momentum penting dalam mendorong sektor pariwisata berbasis kuliner. Dengan meningkatnya minat wisatawan, peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan industri lokal pun ikut terbuka lebar.
Bagi Sobat Growin, fenomena ini menjadi bukti bahwa wisata kuliner bukan lagi pelengkap, melainkan daya tarik utama dalam perjalanan. Aceh berhasil membuktikan bahwa kekayaan rasa lokal bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal budaya yang lebih dalam.
Jadi, jika kamu mencari pengalaman wisata yang berbeda, mungkin ini saatnya melirik Aceh. Karena di sini, setiap hidangan bukan hanya soal rasa tetapi juga cerita yang siap membuatmu jatuh cinta sejak suapan pertama.
Kalau kamu sering share rekomendasi hotel, wisata atau banyak platform bisnis lain yang perlu integrasi, kamu bisa mulai pakai PixelBye
Dengan PixelBye, kamu bisa:
- Membuat shortlink biar link kamu lebih rapi
- Generate QR code untuk sharing cepat (cocok buat konten & bisnis travel)
- Buat bio page untuk kumpulin semua rekomendasi hotel & destinasi dalam satu halaman
š Coba free di sini: https://pixelbye.com/